Cara Menentukan Asal/ Origin Batu Permata

Batu Permata telah lama diakui bahwa permata dari lokasi geografis tertentu memiliki ciri khas. Misalnya RUBY dari Burma yang ber kualitas tinggi cenderung menampilkan merah neon hidup sementara SAFIR dari Kashmir menunjukkan warna biru gekap/ tua.

Namun, terkadang penampilan bisa meyakinkan dan kadang-kadang bisa menipu. Seperti SAFIR Madagaskar (Afrika) terlihat mirip dengan SAFIR Ceylon (Sri Lanka), sehingga akan menjadi sulit untuk membedakan ketikan hanya dengan melihat saja. Dan beberapa batu rubi Vietnam memiliki tampilan yang sangat mirip dengan batu rubi Burma.


Menentukan asal geografis dengan pemeriksaan bahan/material merupakan tujuan ilmu gemologi. Ini akan menjadi langkah untuk memastikan integritas dalam perdagangan permata, dan  akan membantu mengidentifikasi asal usul batu permata atau sejarah batu permata tersebut.

Proses untuk menentukan terbilang sulit. Hal ini membutuhkan sebuah struktur mikroskopis material, dan mengamati tanda-tanda pembentukan kristal yang menjadi ciri khas yang spesifik. Karena kondisi geologi cenderung berbeda di setiap lokasi, seperti SAFIR dari salah satu tambang tertentu memiliki khas "sidik jari."


GIA Lab

Tapi masalahnya sebenarnya lebih sulit dari sekedar pengamatan inklusi dan pengetahuan tentang bagaimana membentuk kristal. Hal ini membutuhkan mengumpulkan spesimen referensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan teori "sidik jari" untuk berbagai permata di lokasi tertentu. 

Pelopor dalam studi inklusi batu permata dan penciptaan koleksi referensi adalah Dr. Edward J. Gübelin (1913-2005). Selama karir yang panjang yang membentang lebih dari 70 tahun, Dr. Gübelin mengumpulkan lebih dari 5.000 spesimen batu permata dari tambang di seluruh dunia, dan mengembangkan cara untuk mengkarakterisasi deposit batu permata berdasarkan studi inklusi. 

Terobosan karyanya memimpin masyarakat Gemological untuk mengembangkan ilmu penentuan asal dan mendorong laboratorium permata untuk memperkenalkan laporan asal negara.


           Dr Edward J. Gubelin

Ilmu penentuan asal batu permata masih sangat sulit, Meskipun banyak laboratorium gemologi sekarang menawarkan asal negara pada laporan sertifikat atau memo, mereka melakukannya hanya sejumlah kecil varietas permata yang telah dipelajari secara intensif, seperti zamrud, safir, ruby, spinel dan Alexandrite.

Tugas pertama mereka, jika mungkin, adalah untuk mengidentifikasi jenis lingkungan geologi di mana kristal terbentuk. Kemudian mungkin untuk mengidentifikasi wilayah geografis tertentu yang sesuai dengan profil geologi. Akhirnya ada kemungkinan untuk mengidentifikasi daerah pertambangan tertentu. Ini sangat menarik untuk RUBY misalnya, yang sangat ingin tahu apakah ruby ​​Burma adalah dari Mogok, Mong Hsu atau Namya.

Bagaimana bisa diandalkan atau diyakini asal negara pada laporan sertifikat dari laboratorium gemologi? Tidak ada yang tahu. Beberapa laboratorium, seperti GIA, awalnya enggan untuk mengeluarkan laporan asal negara, dan mereka cenderung cukup konservatif dalam mengeluarkan laporan tersebut. Laboratorium lainnya, seperti AGL, cenderung lebih agresif dalam menawarkan sebuah laporan asal negara pada batu permata. Tapi seperti laporan AGL menunjukkan, laboratorium menawarkan asal sebagai pendapat saja, menggunakan bahasa seperti berikut:

"Based on available geological information, it is the opinion of the Laboratory that the origin of this material would be classified as Ceylon (Sri Lanka)."/source: ajsgem.com

Related product you might see:

Share this product :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HD.Collection - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger